Tips Beternak Lele dengan System Boster (Bag 2)




Artikel berikut ini merupakan artikel sambungan dari artikel Tips Beternak Lele dengan System Boster (Bag 1).

Pada manajemen yang diterapkan dalam sistem boster berbeda dengan sistem manajemen air yang diterapkan dengan sistem bioflock. Pada sistem boster, peternak harus rajin melakukan pembuangan kotoran secara rutin. Caranya cukup dengan membuka central drain dalam waktu tertentu hingga kotoran yang ada di kolam dapat keluar dan air kolam terlebih lebih bersih. Tujuan dari pembukaan central drain ini hanyalah untuk membuang kotoran, sehingga Anda jangan sampai lupa untuk menutupnya kembali. Dari sini dapat kita pahami bahwasanya petani tidak diwajibkan untuk mengganti air dalam volume yang besar. Mengapa? Hal ini akam membuat dominasi plankton bisa diterapkan pada saat pengelolaan air yang melimpah. Pada kondisi air yang terbatas, diterapkan sistem dominasi bakteri photosintetic bacteria (PSB). Berikut ini merupakan penjelasan masing-masing mengenai dominasi plankton dan dominasi bakteri sebagai berikut:

  1. Dominasi plankton

Air yang berwarna hijau pada kolam memberikan tanda bahwa terdapat fitoplankton berklorofil yang mendominasi air. Sifat dari plankton ini lebih stabil dengan perubahan cuaca dan lingkungan. Hal ini dikarenakan waktu mortalitasnya yang lebih panjang. Di sisi lain jika airnya berwarna kecoklatan hal ini berarti zooplankton berjenis diatomae sudah mendominasi air.

Jenis plankton tersebut berfungsi sebagai penyuplai pakan alami untuk lele kita. Dengan demikian ikan akan relative bisa lebih cepat pertumbuhannya. Namun jika pengelolaan air tersebut tidak cermat maka kualitas air bisa berubah-ubah yang mengakibatkan ikan merasa tidak nyaman dengan habitat yang ada.

  1. Dominasi photosintetic bacteria (PSB)

Berbeda dengan dominasi plankton, jika air kolam terlebih berwarna kemerahan hal ini adalah tanda bahwa photosintetic bacteria sudah mendominasi air. Sebagai akibat dari derajat keasaman air yang menurunlah maka bakteri ini cepat berkembang. Selain itu kelarutan oksigen yang menurun dan bahan organic yang meningkat juga bisa membuat bakteri ini cepat berkembang. Bakteri tersebut memiliki kemampuan fotosistesis tanpa membentuk molekul dari oksigen.




 

Manajemen Pakan

Salah satu keuntungan dari budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem boster adalah bisa menekan biaya kebutuhan pakan. Selain itu juga bisa meningkatkan kualitas dari lele tersebut sehingga risiko gagal panen bisa diminimalisir yang pada akhirnya akan meningkatkan margin keuntungan bisnis.

Salah satu prinsip dalam pemberian pakan adalah prinsip adlibitum. Yaitu agar pakan selalu ada di kolam sepanjang waktu. Hal ini dimaksudkan untuk mebuat nuansa alami yaitu pakan selalu tersedia di alam. Oleh sebab itu Anda harus mengatur frekuensi pemberian pakan dengan tepat dan juga dengan menambahkan multivitamin atau suplemen boster dengan tujuan untuk mempermudah pencernaan pakan oleh ikan lele.

Suplemen boster juga bisa meningkatkan sistem antibody ikan lele. Dengan demikian ikan tidak akan mudah terserang penyakit. Sebagai akibat dari kekebalan tubuhnya yang baik maka ikan lele dapat tumbuh dengan maksimal dan memiliki kualitas daging yang baik. Disinilah mengapa diperlukan manajemen pemberian pakan yang benar mengingat pengaruhnya terhadap perkembangan pertumbuhan ikan sangatlah signifikan. Dari hal ini diharapkan Anda bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah dengan nilai tambah produksi yang tinggi.

Manajemen Kesehatan Ikan

Selain perkembangan ikan lele itu sendiri, kesehatan ikan lele juga harus dikontrol. Salah satu bentuk kontrolnya adalah dengan melakukan perawatan air dengan baik. Sehingga dominasi prebiotic dan pathogen akan lebih mudah dikendalikan. Adapun cara untuk melakukan perawatan air yang baik adalah dengan membuang kotoran secara teratur, menggunakan antiseptic agar air lebih bersih dan steril serta menebarkan prebiotic pada keesokan harinya.

Anda juga harus menjaga keasaman air atau pH air agar tidak berubah-ubah. Pada saat cuaca kondisi ekstrem, pemberian vitamin C dan immunostimulan sangat sangat dianjurkan.

Demikian beberapa factor penting yang bisa Anda terapkan pada budidaya ikan lele dengan sistem boster. Informasi lebih lanjut mengenai sistem boster ini, bisa sharing langsung dengan kami. Adapun bagi Anda yang membutuhkan bak fiber sebagai media sistem boster ini, jangan sungkan untuk menghubungi kami pada kontak berikut.

Tips Beternak Lele dengan System Boster (Bagian 1)

Pastinya Anda semua mengenal ikan lele bukan? Ikan lele merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup popular di Negara kita Indonesia. Kenapa ya? Mungkin karena rasanya pas di lidah orang-orang Indonesia ya.. mulai dari kalangan bawah sampai dengan kalangan atas semua mencintai ikan lele.

lele sistem boster

Ikan lele merupakan salah satu komoditas yang merupakan komoditas dengan tingkat konsumsi tinggi. Dengan maraknya rumah makan, restoran, hingga usaha-usaha makanan kemasan berbasis ikan lele, bisnis ternak lele memiliki prospek yang sangat cerah. Para petani lele tidak usah takut mengenai pasar. Dikarenakan sifat dari komoditas lele ini yang merupakan komoditas yang memang dicari dimana-mana. Jadi, bagi Anda yang ingin terjun ke usaha peternakan lele ini, tidak usah takut atau ragu. Sekarang tinggal bagaimana kita mengurus masalah rumah tanggan produksi lele itu sendiri.

Anda tidak usaha khawatir, dengan perkembangan teknologi, semakin mudah saja orang melakukan rekayasa terhadap segala sesuatu. Salah satunya juga mengenai teknik budidaya ikan lele ini. Dengan ditemukannya terobosan baru yang dilakukan oleh kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka meningkatkan tingkat produktivitas ikan lele ini. Salah satunya dengan menggunakan budidaya ikan lele system boster.

Bagi Anda yang merupakan pemain baru dalam bidang usaha lele ini, mungkin masih awam dan ingin mempelajari lebih lanjut mengenai system boster ini. Mari kita simak ulasannya berikut ini:

Bagaimana teknik budidaya lele system boster?

Budidaya lele dengan menggunakan system boster ini dinilai sangat efektif dan efisien untuk menghasilkan panen yang melimpah dan output lele yang berkualitas. Selain itu, dari segi teknisnya, pengelolaan budidaya dengan system boster ini juga dirasa lebih mudah jika dibandingkan dengan pengelolaan lele system lainnya. Salah satu kelebihannya dari segi efisiensi biaya adalah dapat menekan kebutuhan pakan. Kemudian dari segi efektifnya adalah dapat menjaga kesehatan ikan lele dan menekan risiko gagal panen. Dengan demikian tentunya dapat meningkatkan keuntungan lebih bagi para pembudidaya ikan lele itu sendiri. Kemudian apa saja yang harus diperhatikan untuk keberhasilan cara beternak lele ini?

Sarana dan prasarana manajemen sistem boster

  • Membuat konstruksi kolam ikan dengan sistem boster (hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan media bak fiber)
  • Manajemen kualitas air dan dasar kolam
  • Manajemen pakan à untuk memastikan pakan lele tersebut berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak mengalami kelebihan dalam anggaran pakan
  • Melakukan manajemen kesehatan ikan lele, sekaligus pengendalian pathogen

Manajemen air

Air merupakan media yang sangat penting bagi ikan, tidak terkecuali dengan ikan lele. Pastinya… karena memang habitat dari ikan terebut adalah di air. Tapi ada hal tertentu yang mesti diperhatikan dari para peternak ikan lele mengenai air. Untuk memastikan kesuksesan Anda dalam beternak lele, penting sekali melakukan manajemen air.

Adapun air yang dibutuhkan oleh sang ikan tersebut merupakan air yang bersih dan mengandung makanan-makanan yang dibutuhkan oleh lele untuk hidup. Pemilihan air dapat menjaga dan mendukung perkembangan ikan yang sedang dibudidayakan. Salah satunya adalah dengan cara menjaga kebersihan kolam. Ekosistem yang terdapat dalam kolam akan secara otomatis terjaga dengan baik dengan selalu melakukan perawatan / pemeliharaan yang baik.

Salah satu perawatan yang baik adalah dengan mendukung sarana dan prasarana habitat ikan lele tersebut. Misalnya untuk konstruksi kolam biasanya digunakan desain central drain. Kelebihan dari desain ini adalah agar bahan organic bisa terkumpul di titik tengah sehingga air akan lebih mudah untuk dibuang. Anda bisa menerapkan sistem bejana berhubungan untuk mempermudah pembuangan air pada saat pengurasan.

Jika kita bandingkan dengan sistem bioflock, bahan organic justru dimanfaatkan sebagai suspense sehingga tidak dibuang. Sebagai akibatnya makan kita harus melakukan tambahan alat berupa aerator dan penyuplai unsur karbon seperti molase. Bersambung artikel berikutnya.