Gagal dalam menjalankan proyek karena tertipu




Kegagalan merupakan suatu hal yang biasa dalam hidup ini. Ada berhasil dan juga ada gagal. Itu merupakan hal yang wajar. Tanpa adanya kegagalan maka kita tidak akan belajar dan tau bagaimana makna gagalnya suatu keadaan. Senantiasalah berpikir positif dari apa yang kita alami di kehidupan sehari-hari.

Sebagai seorang pebisnis kerap kali Anda menerima tawaran proyek untuk suatu pekerjaan bukan? Pastilah iya. Tujuan berbisnis pun untuk bisa mendapatkan proyek dan mendatangkan keuntungan bagi usahanya. Tapi nanti dulu, Anda harus benar-benar bisa memilih mana proyek yang benar dan aman (dari penipuan, OTT, KKN, dsb) dengan proyek yang penuh dengan risiko. Sebagai seorang pebisnis Anda harus lihai dan bisa membaca atau menerawang situasi ke depan. Prediksi mengenai kegagalan atau keberhasilan. Dan melakukan mitigasi risiko.

Kita yang sudah yakin bahwasanya proyek yang kita dapatkan berasal dari orang yang bisa dipercaya seperti sahabat atau bahkan saudara misalnya. Ternyata hal tersebut tidak bisa menjamin atas keberhasilan suatu proyek bisnis ke depannya. Banyak cerita di dunia konstruksi bahwasanya tipu menipu bisnis itu merupakan suatu hal yang biasa. Bahkan hal tersebut seperti hukum alam yang selalu ada dalam dunia proyek konstruksi. Oleh sebab itu bagi Anda yang merupakan pemain baru dalam bisnis ini, diharapkan berhati-hati dengann yang namanya bisikan manis proyek. Untuk memitigasi risiko kegagalan dari sebuah proyek konstruksi berikut ini adalah 6 tips sharing dari kami:

  1. Terlebih dahulu mengikuti orang yang sudah berpengalaman
  2. Jangan tergesa-gesa dalam memastikan kebenaran proyek
  3. Jangan ambil proyek melalui calo atau makelar
  4. Jangan mengeluarkan uang di depan yang belum ada kejelasannya
  5. Memastikan bahwa kita merupakan ahli di bidang proyek yang akan digarap
  6. Perhitungkan perkiraan mengenai kondisi alam

Untuk menghindari kegagalan yang teramat parah, terlebih dahulu Anda belajar dari orang yang lebih dahulu menjalaninya. Tidak ada salahnya jika memang Anda bukanlah ahli dari proyek tersebut, kemudian pada saat Anda mendapatkan kotrak proyeknya kemudian Anda mengajar orang yang sudah berpengalaman di bidang tersebut. Meskipun harus berbagi mengenai bagi hasil atas keuntungan proyek, jika memang kita masih mendapatkan untung, maka kita tidak rugi namanya. Bagian keuntungan yang walaupun sedikit tersebut pada prinsipnya memiliki porsi yang banyak secara kasat mata, seperti halnya ilmu dari belajar langsung menjalankan proyek di lapangan.

Bagi Anda yang mendapatkan bisikan mengenai keuntungan proyek di depan, kalau Anda tergiur Anda pasti akan kehilangan akal sehat yang objektif dalam menilai suatu proyek. Upps, jangan tergesa-gesa dahulu. Banyak sekali hal-hal yang harus Anda pertimbangkan apabila ingin menjalankan proyek. Diantaranya seperti ketersediaan tim yang ahli di bidang tersebut, kekuatan modal untuk menjalankan proyek tersebut, sampai dengan risiko-risiko force majeur atau yang tidak di duga-duga sebagai akibat dari bencana alam misalnya. Semuanya itu harus Anda pertimbangkan dengan matang.

Mengenai mengeluarkan uang di depan, mungkin sudah menjadi fenomoena yang terkesan no. Tapi jangan salah lho, masih ada saja orang yang menerapkan prinsip seperti ini. Dan kejadiannya tidak satu atau dua kejadian. Nah, belajar dari situ ternyata kesimpulan yang bisa ditarik sebagian orang masih sangat tergiur untuk dapat memperoleh proyek, maka ia harus “menyembur” para pejabat terlebih dahulu. Hati-hati ini merupakan pemikiran yang fatal salahnya. Lebih baik untuk menjalankan bisnis sebagaimana mestinya. Apabila ada keuntungan maka dibagi di belakang sesuai dengan porsi yang dikontribusikan.

Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Anda. Bagi Anda yang merupakan pebisnis di bidang konstruksi sipil, kami memperkenalkan diri bahwasanya kami merupakan kontraktor yang bergerak khusus dalam bidang fiberglass. Barangkali ke depannya kita bisa saling bersilaturahim untuk menjalankan proyek yang saling memberikan sinergi satu dengan yang lainya.




Kanasha Fiberglass

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *